Bagaimana Facebook Hari Ini?

Foto dari pixabay.com


Sekitar tiga miliar, 40% populasi dunia merupakan pengguna media sosial. Hingga Januari 2018, total pengguna Facebook di Indonesia mencapai 120 juta pengguna, yang dengan ini menempatkan Indonesia pada urutan ke-4 pengguna Facebook terbanyak di dunia. Tentu ini adalah angka yang cukup besar, lantas apa pengaruh dan manfaatnya bagi pengguna? Dibanding media sosial lainnya, Facebook dianggap lebih mudah dalam penggunaanya, baik dari segi sistem maupun fitur. Kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi membuat beranda kebanjiran informasi yang sedikit-banyak merupakan hoaks dan fakta, terkadang kebanjiran informasi ini membuat kita depresi. Selain sebagai sarana informasi, Facebook juga bisa sebagai sarana diskusi, belajar, bermain gem. Facebook juga diakses oleh semua kalangan, entah itu tua maupun muda serta beragam profesi. Facebook dengan pengguna ratusan juta mewakili kurang lebih 40% populasi Indonesia. Bagaimana seharusnya kita bijak dalam menggunakannya? Sebelum itu, sebaiknya kita cermati dulu kelebihan dan kelemahannya (teman-teman juga bisa menambahkan di kolom komentar)
Kelebihan Facebook
1.       Dibanding media sosial lainnya, Facebook merupakan pengguna terbanyak. Hal ini memudahkan untuk bertukar informasi.
2.       Sistem dan fitur yang simpel, sehingga mudah pengoperasiannya. Itu bisa kita lihat pada pengguna pada generasi Y ke atas.
3.       Hanya membutuhkan koneksi internet untuk mengakses informasi.
4.       Banyak provider internet menyediakan fitur gratis untuk aplikasi Facebook.
5.       Pengguna yang banyak dan interaksi yang banyak pula, Facebook bisa menjadi media promosi yang baik untuk memulai bisnis online.
6.       Dapat berkumpul dalam satu grup yang memiliki hobi atau minat yang sama.

Kelemahan Facebook
1.       Terlalu banyak pengguna, justru membuat kita kebanjiran informasi, entah informasi positif dan informasi negatif. Kadangkala orang tidak selektif dalam membagikan informasi, sehingga Facebook juga merupakan media penyebar hoaks.
2.       Berkaitan dengan kurang selektif, kadang tidak bisa membedakan hoaks dan bukan. Akhirnya terjadi pembagian postingan massal atau biasa disebut spam. Spam juga bisa dikategorikan semisal ada yang mengutip sesuatu yang memotivasi atau penting, sehingga timbul rasa ingin membagikan. Akhirnya beranda dipenuhi oleh postingan tersebut.
 
Bagaimana seharusnya kita memanfaatkan Facebook?
1.       Membagikan informasi yang berguna. Jika terdapat artikel, dahulukan baca, kemudian komentar, baru kemudian dibagikan. Terkadang, banyak konten yang dibagikan merupakan clickbait atau konten dengan judul provokasi. Banyak kita temui, orang hanya membaca judul kemudian membagikan.
2.       Kritis dalam menyeleksi informasi. Kritis dan kritik itu beda. Kritik lebih pada menyindir dan biasanya tanpa solusi, sedangkan kritik adalah menanyakan sesuatu namun memiliki alasan yang rasional. Misal melihat berita dengan disertai foto, perlu ditanyakan 5W+1H. Bisa jadi postingan dan captionnya berbeda yang justru mengundang provokasi.
3.       Membuat postingan dengan informasi yang jelas. Misal mengirim postingan kecelakaan. Isilah postingan dengan informasi terkait waktu dan tempat yang jelas.

Di era saat ini, informasi dan data adalah sebuah Kapital/modal. Orang yang memiliki banyak data adalah orang yang paling ditakuti. Facebook sendiri memiliki algoritma yang dapat mengetahui apa yang kita suka dan minati, sehingga nantinya akan muncul iklan sesuai dengan apa yang kita cari sebelumnya. Begitu pun Google, Youtube, dan media sosial lainnya. Beberapa kali terdengar kabar, kejahatan siber (cyber-crime) di berita adalah bukti masih longgarnya keamanan di negara kita. Informasi dan privasi data kita pun terancam. Singkat kata, marilah kita memanfaatkan media sosial dengan sebaik-baiknya.

Komentar