Yo Minna-san , Terima kasih telah berkunjung ke blog saya ,
ini adalah pertemuan ketujuh kita dalam ILHAM SENSEI . Baiklah ,
pada pertemuan pertama ini kita akan membahas mengenai KANJI DAN ROMAJI .
Kalian yang benar benar tetarik dengan JEPANG pasti pernah mendengar atau sudah mengetahui tentang KANJI dan ROMAJI , kebanyakan dari kalian pasti sudah mengetahui , apa itu KANJI ?
Untuk memperdalam pemahaman kalian di blog ini akan MENJELASKAN Apa sih itu KANJI ?
Apa sih itu ROMAJI ? Baiklah kita masuk ke pembahasan pertama yaitu Apa sih itu KANJI ?
1. KANJI
Kanji adalah salah satu cara penulisan bahasa Jepang dari 4 cara penulisan . Kanji sangat rumit untuk dipelajari karena banyaknya jenis dan jumlah kanji tersebut . Banyak Kanji yang di adapatasi dari Tiongkok yang menimbulkan kesulitan dalam membacanya , Dai Kanji Kaiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah di buat dan tercatat 30.000 kanji di dalamnya . Oleh karena itu , pemerintah Jepang membatasi penggunaannya menjadi 1945 saja . Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.
Kalian yang benar benar tetarik dengan JEPANG pasti pernah mendengar atau sudah mengetahui tentang KANJI dan ROMAJI , kebanyakan dari kalian pasti sudah mengetahui , apa itu KANJI ?
Untuk memperdalam pemahaman kalian di blog ini akan MENJELASKAN Apa sih itu KANJI ?
Apa sih itu ROMAJI ? Baiklah kita masuk ke pembahasan pertama yaitu Apa sih itu KANJI ?
1. KANJI
Kanji adalah salah satu cara penulisan bahasa Jepang dari 4 cara penulisan . Kanji sangat rumit untuk dipelajari karena banyaknya jenis dan jumlah kanji tersebut . Banyak Kanji yang di adapatasi dari Tiongkok yang menimbulkan kesulitan dalam membacanya , Dai Kanji Kaiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah di buat dan tercatat 30.000 kanji di dalamnya . Oleh karena itu , pemerintah Jepang membatasi penggunaannya menjadi 1945 saja . Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.
- Ucapan Tionghoa (on'yomi) .
On'yomi dibagi menjadi 4 jenis:
- Go-on (呉音, "ucapan Wu") adalah cara pengucapan dari daerah Wu di bagian selatan zaman Enam Dinasti Tiongkok. Walaupun tidak pernah ditemukan bukti-bukti, ucapan Wu diperkirakan dibawa masuk ke Jepang melalui Semenanjung Korea dari abad ke-5 hingga abad ke-6. Ucapan Wu diperkirakan berasal dari cara membaca literatur agama Buddha yang diwariskan secara turun temurun sebelum diketahui cara membaca Kan-on (ucapan Han). Semuanya cara pengucapan sebelum Kan-on digolongkan sebagai Go-on walaupun mungkin saja berbeda zaman dan asal-usulnya bukan dari daerah Wu.
- Kan-on (漢音, "ucapan Han") adalah cara pengucapan seperti dipelajari dari zaman Nara hingga zaman Heian oleh utusan Jepang ke Dinasti Tang dan biksu yang belajar ke Tiongkok. Secara khusus, cara pengucapan yang ditiru adalah cara pengucapan orang Chang'an.
- Tō-on (唐音, "ucapan Tang") adalah cara pengucapan karakter seperti dipelajari oleh biksu Zen antara zaman Kamakura dan zaman Muromachi yang belajar ke Dinasti Song, dan perdagangan dengan Tiongkok.
- Kan'yō-on (慣用音, "ucapan populer") adalah cara pengucapan on'yomi yang salah (tidak ada dalam bahasa Tionghoa), tapi telah diterima sebagai kelaziman.
Kun'yomi (訓読み) atau ucapan Jepang adalah cara pengucapan kata asli bahasa Jepang untuk karakter kanji yang artinya sama atau paling mendekati. Kanji tidak diucapkan menurut pengucapan orang Tionghoa, melainkan menurut pengucapan orang Jepang. Bila karakter kanji dipakai untuk menuliskan kata asli bahasa Jepang, okurigana sering perlu ditulis mengikuti karakter tersebut.
Seperti halnya, on'yomi sebuah karakter kadang-kadang memiliki beberapa kun'yomi yang bisa dibedakan berdasarkan konteks dan okurigana yang mengikutinya. Beberapa karakter yang berbeda-beda sering juga memiliki kun'yomi yang sama, namun artinya berbeda-beda. Selain itu, tidak semua karakter memiliki kun'yomi.
Kata "kun" dalam kun'yomi berasal kata "kunko" (訓詁) (pinyin: xungu) yang berarti penafsiran kata demi kata dari bahasa kuno atau dialek dengan bahasa modern. Aksara Tionghoa adalah aksara asing bagi orang Jepang, sehingga kunko berarti penerjemahan aksara Tionghoa ke dalam bahasa Jepang. Arti kanji dalam bahasa Tionghoa dicarikan padanannya dengan kosakata asli bahasa Jepang.
Sebagai aksara asing, aksara Tionghoa tidak dapat diterjemahkan semuanya ke dalam bahasa Jepang. Akibatnya, sebuah karakter kanji mulanya dipakai untuk melambangkan beberapa kun'yomi. Pada masa itu, orang Jepang mulai sering membaca tulisan bahasa Tionghoa (kanbun) dengan cara membaca bahasa Jepang. Sebagai usaha membakukan cara membaca kanji, satu karakter ditetapkan hanya memiliki satu cara pengucapan Jepang (kun'yomi). Pembakuan ini merupakan dasar bagi tulisan campuran Jepang dan Tiongkok (wa-kan konkōbun) yang merupakan cikal bakal bahasa Jepang modern.
contoh kanji dasar :
2. ROMAJI
Romaji adalah salah satu cara menulis bahasa Jepang dari 4 cara penulisan , Romaji penulisannya dengan abjad latin .
Sejarah
Buku tertua yang memuat penulisan bahasa Jepang dengan abjad Latin adalah Kisah Para Rasul yang diterbitkan tahun 1591. Judul ditulis dengan abjad Latin ejaan bahasa Portugis sebagai Santos no Gosagveo no uchi Nuqigaqi (サントスの御作業の内抜書) atau "santosu no gosagyō no uchi nukikaki" menurut alihaksara Hepburn. Pada masa itu belum dikenal tabel yang menunjukkan daftar suku kata (kana) dalam bahasa Jepang dan padanannya dalam abjad Latin bahasa Portugis dan Belanda. Akibatnya romaji hanya digunakan terbatas di kalangan misionaris dan ilmuwan.Pada tahun 1867, tabel aksara kana dan padanannya dalam abjad Latin disusun pertama kali oleh James Curtis Hepburn. Alihaksara yang kemudian dikenal sebagai alihaksara Hepburn digunakan dalam edisi pertama kamus Jepang-Inggris Wa-eigo rinshūsei karya Hepburn. Alihaksara Hepburn berdasarkan abjad Latin yang digunakan dalam pengucapan bahasa Inggris. Ahli bahasa banyak mengkritik kegagalan alihaksara Hepburn dalam menuliskan bahasa Jepang sesuai pengucapan asli orang Jepang.
Sebagai tandingan alihaksara Hepburn, Tanakadate Aikitsu mengusulkan Nihon-shiki Rōmaji yang didasarkan teori fonologi. Nihon-shiki Rōmaji cukup mendapat dukungan ahli bahasa Jepang di dalam dan luar negeri. Tapi sistem ini justru tidak disukai penutur bahasa Inggris karena pengucapan tidak berdasarkan lafal bahasa Inggris. Sebagai kompromi antara alihaksara Hepburn dan Nihon-shiki Rōmaji, pemerintah Jepang mengeluarkan Instruksi Kabinet No.3 tertanggal 21 September 1937 tentang alihaksara yang dikenal sebagai Kunrei-shiki Rōmaji.
Di bawah pendudukan Sekutu, sistem Hepburn ditetapkan sebagai alihaksara resmi di Jepang oleh Panglima Tertinggi Sekutu untuk menggantikan sistem Kunrei-shiki. Pemerintah Jepang terus berusaha menghidupkan kembali alihaksara Kunrei-shiki hingga akhirnya berhasil menetapkannya kembali dengan Instruksi Kabinet No.1 tertanggal 29 Desember 1954. Penggunaan alihaksara Kunrei-shiki diwajibkan untuk "semua penulisan bahasa Jepang pada umumnya," dengan tambahan peraturan yang membatasi penggunaan alihaksara Hepburn dalam hubungan internasional dan sebagainya demi meneruskan tradisi yang sudah lazim.
Sebagai contoh Romaji yaitu pada gambar diatas :
1. Kanji no.1
Pada gambar diatas , romajinya adalah ICHI
2. Kanji no.2 , romajinya adalah NI
3. Kanji no.3 , romajinya adalah SAN
4. Kanji no.4 , romajinya adalah YON
5. Kanji no.5 , romajinya adalah GO
Apakah kalian sudah mengerti mengenai KANJI dan ROMAJI ? Yaps , sudah tau bukan ? Sekian dulu pertemuan kita pada artikel ini . Jika kalian memiliki pertanyaan mengenai tentang Jepang , tanyakan saja kepada saya ILHAM SENSEI , saya akan jawab jika saya mengetahuinya .
SAYOUNARA
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kanji , https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jepang , https://id.wikipedia.org/wiki/Romaji
Komentar
Posting Komentar