Sayyang Pattuqdu, Kuda Menari ?


sayyang pattuqdu, gambar oleh tempo.co

Halo Sodara! Berdebat tentang keaslian suatu budaya kebanyakan tidak akan berujung pada jawaban, tetapi jika bertanya dari mana asalnya, jawabannya mungkin akan lebih jelas dibanding pertanyaan diawal. Begitupun dengan Sayyang Pattuqdu, sebenarnya saya masih pusing dalam sebuah diskusi yang mengatakan bahwa "Sayyang Pattuqdu itu budaya orang Mandar atau Islam ?" tetapi jelas bahwa itu merupakan akulturasi budaya. Kali ini saya akan membahas suatu kesenian atau budaya Sayyang Pattuqdu. Sayyang Pattuqdu diambil dari kata sayyang yang artinya kuda dan Pattuqdu artinya penari. Jadi, dapat disimpulkan Sayyang Pattuqdu artinya kuda yang menari. Biasanya, Sayyang Pattuqdu diselenggarakan secara serentak sekali dalam setahun untuk memperingati atau syukuran atas khatam (membaca 30 Juz) Al-Quran oleh anak-anak suku Mandar yang kemudian dibawah arak-arakan keliling kampung. Seiring berjalannya waktu, Sayyang Pattuqdu juga diselenggarakan ketika ada acara besar dan sebelum pernikahan ataupun sebagai hiburan.

Sayyang Pattuqdu ditandai dengan musik khas dari parrawana (orang yang mengiringi kuda sambil memainkan alat musik) yang ketika itu dimainkan akan mengundang masyarakat untuk melihat, setiap ada acaranya ini selalu meriah karena masyarakat begitu antusias melihat kuda menggerakkan kepala ke atas dan ke bawah juga kakinya yang menghentak-hentak seperti orang yang sedang menari mengikuti alunan musik dari parrawana yang menurut saya disinilah letak keunikannya kuda yang menari selalu dinantikan oleh anak-anak yang melihat dan bahkan mengikuti kuda sampai di akhir tujuan atau rute yang sudah ditentukan. Selain parrawana dan sayyang pattuqdu ini ada juga yang menjadi ciri khasnya yang lain yakni pakkalindaqda (orang yang mengucapkan pantun), kalindaqda adalah salah satu sastra dalam mandar yang penyampaiannya lisan seperti pantun, isi pantunnya biasanya memuji kecantikan atau ketampanan tomissawe (orang yang menunggangi kuda).

Sayyang Pattuqdu juga masuk 10 nominasi wisata halal terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018, yang membuat Polewali Mandar menjadi salah satu destinasi halal dan pemilihan nominasi ini memuat konsep 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas) yang dirancang oleh Kementerian Pariwisata.

Jadi, bagaimana sodara ? Penasaran ? Datang langsung saja ke Polewali Mandar, acara ini biasanya dilakukan disetiap daerah yang ada di Polewali Mandar dan rentang waktunya sekitaran Maulid Nabi. Sampai jumpa diartikel berikutnya ya

Kata Kunci : Sayyang Pattuqdu, Mandar, Polewali Mandar

Sumber Referensi :
Sayyang Pattudu Warisan Budaya Mandar Yang Populer, http://tonenebece.blogspot.com/2016/08/sayyang-pattudu-warisan-leluhur-mandar.html 




Komentar